Monday, July 24, 2017

Lowongan Kerja Resepsionist Inul Vista Tarakan, Juli 2017



Lowongan Kerja Resepsionist Inul Vista Tarakan, Juli 2017

Anda belum bekerja? Atau mungkin berminat untuk mengembangkan karir? Bergabunglah dengan kami untuk mengisi posisi Reseptionist di Inu; Vizta Tarakan!

Syarat:
1. Umur 20 - 25 Tahun
2. Tidak sedang kuliah
3. Surat Lamaran Kerja
4. Foto Copy Ijazah
5. Foto Copy KTP
6. Foto berwarna 4 x 6 (1 lembar)
7. Surat Pengalaman Kerja

Kirim segera lamaran anda ke
Inul Vizta Tarakan
Jl. Yos Sudarso No 28
Tarakan, Kalimantan Utara
Telp. 0551 25838




Inspirasi Paguntaka


"If you work for money, you give the power to your employer. If money work for you,
you keep and control the power."
 "Jika anda bekerja untuk uang, maka anda telah memberikan kekuasaan kepada pekerja/staf anda. Tapi jika uang bekerja untuk anda, maka anda lah yang memegang dan mengontrol kekuasaan"
--Robert T.Kiyosaki--

Sunday, July 23, 2017

Lowongan Kerja JNE Tarakan Juli 2017

JNE TARAKAN 
OPEN RECRUITMENT


1. Sales Counter Officer (SCO)
- Laki-laki / wanita max. 27 tahun
- Pendidikan min. SMA
- Menguasai Ms. Office
- Berpenampilan dan berkepribadian menarik
- Komunikatif, responsif, bersedia bekerja secara shifting

2. Rider delivery / Kurir
- Laki-laki, max. 29 tahun
- Pendidikan min. SMA
- Mengetahui area Tarakan secara keseluruhan
- Lebih diutamakan memiliki pengalaman kurir.
- Komunikatif

Kelengkapan Lamaran :
- Surat Lamaran
- Curriculum Vitae/ Daftar Riwayat Hidup
- Pas Foto
- Fotokopi KTP
- Fotokopi SIM.C
- Fotokopi NPWP*
- Fotokopi KK
- Fotokopi Ijazah Terakhir dan Transkrip Nilai / SKHUN
- Fotokopi SKCK
- Surat Keterangan Sehat Terbaru

* : dapat menyusul

Lamaran lengkap dikirim ke :
PT. Tiki JNE Tarakan,
Jl. Teuku Umar Rt.14 No.13
Markoni - Tarakan
(Depan perumahan AL).

Atau melalui email ke :
trk.hrd@jne.co.id
(Subject : Lamaran SCO / Lamaran Rider)

Close tgl : 28 juli 2017.



Inspirasi Paguntaka
 
*

"Setiap masalah ada jalan keluarnya, setiap konflik ada solusinya, setiap krisis
mengandung peluang"
--Presiden SBY--

Sunday, July 16, 2017

Mahkota Hijau Sang Raja

"Penyair kecil itu sangat sibuk merangkai
kata-kata dan dengan berbagai cara
menyusunnya menjadi sebuah rumah
yang akan dipersembahkan kepada ibunya."
...............................
PENYAIR KECIL
Joko Pinurbo


Masa kecil selalu penuh dengan warna, nyaris sama untuk semua orang, warna - warni. Kenangan masa kecil sering bisa membuat kita tiba - tiba tersenyum. Bahkan kenakalan yang pernah kita lakukan saat puluhan tahun silam itu bisa menjadi kenangan indah yang tak bisa hilang dari ingatan.

Mungkin tulisan sederhana  ini bisa memicu pikiran beberapa pembaca yang tertarik dengan judul Mahkota Hijau Sang Raja. Tentunya, untuk yang tertarik dan kemudian membacanya. Puluhan tahun silam, saat kanak - kanak ternyata banyak diantara kita yang memiliki permainan yang sama. padahal, waktu itu tentu tehnologi komunikasi masih tidak secanggih sekarang. Kenangan permainan menjadi raja dengan mahkota hijau yang dibuat sendiri oleh tangan -  tangan kreatif anak kampung masa lalu ini ternyata dialami oleh banyak kawan - kawan saya yang sempat saya tanyai langsung sambil menunjukkan foto bocah kecil dengan mahkota daun di kepala. Dan rata - rata mereka memiliki jawaban yang sama saat saya menjawab pertanyaan,.. bahan yang digunakan adalah daun nangka!




Merangkai daun nangka dengan sapu lidi dan menjadikan sebuah mahkota untuk sang raja adalah sebuah permainan kreatif yang bisa menyadarkan anak tentang manfaat tumbuhan bagi kehidupan.

Paling tidak saya telah sampaikan pada anak saya;
"Dulu Bapak dan teman - teman pernah membuat mahkota daun seperti ini, tapi bukan dari daun Jambu Air. Dulu Bapak bikin dari daun nangka!"



Thursday, July 13, 2017

Puisi Sega Ulpa; Mengulum Sepi

Mengulum Sepi
Oleh: Sega Ulpa



kini terasa lelah
membait hati yang indah
dimana rasa yang sudah
sepertiku yang terperangah
malam terukir dulu
terlihat semu
irama pun sendu
mungkin tanpa rindu
kupaksakan pekat ini
untuk melentur sunyi
menyentuh yang pergi
agar kembali
kembali...
bak bulan mengulum mentari

Tarakan, 14.12.15





Inspirasi Paguntaka


“Kehidupan itu laksana lautan. Orang yang tiada berhati-hati dalam mengayuh perahu, memegang kemudi dan menjaga layar, maka karamlah ia digulung oleh ombak dan gelombang. Hilang di tengah samudera yang luas. Tiada akan tercapai olehnya tanah tepi.”
--Buya Hamka--


Beternak Sapi Untuk Meningkatkan Penghasilan Keluarga



Di sebuah seminar Meningkatkan Perekonomian Keluarga  yang diadakan di salah satu kota besar di Jawa Tengah, mengajak para peserta yang rata – rata adalah pasangan suami istri melakukan kunjungan ke sebuah desa yang sukses mengelola peternakan sapi. Ketua rombongan sekaligus pembicara utama saat seminar menceritakan bagaimana sapi di desa tersebut memiliki kelebihan dibanding sapi di daerah lain. Karena kelebihan itulah peternakan sapi di desa ini menjadi percontohan yang sering didatangi peternak daerah lain untuk melakukan studi banding.

 

Pembicara: “Bapak Ibu jika kita pintar memilih bibit sapi, maka hasil yang kita dapatkan juga akan maksimal. Sebagai contoh sapi yang ada di kandang paling depan itu adalah sapi asli dari India. Sapi ini sungguh perkasa, sehari bisa kawin 4 kali dengan sapi betina.”

 

Ibu: “Lha .. Pak sapi yang hebat ni Pak. Bisa 4 kali sehari...”

 

Pembicara: “Sapi yang di kandang no 2 sapi asli Australia Bapak dan Ibu. Dia lebih hebat lagi sehari bisa 8 Kali. Bayangkan, berapa anak bisa dihasilkan”

 

Ibu: “Pake.. Sapi ini lebih kuat lagi!!!  8 kali... jamunya apa ya?!”

 

Si Bapak masih diam tak bereaksi sama sekali.

 

Pembicara: “Terakhir,.. di kandang no 3. Ini sapi jenis baru temuan dari para peternak sendiri; sapi campuran India, Australia dan Indonesia. Sapi ini sanggup 15 kali dalam sehari dan hanya beristirahat satu hari, pada hari minggu!”

 

Ibu: “Pake kita beli sapi yang ini saja untuk bibit di rumah. Sekalian bisa kita pelajari kelebihan dan kehebatannya nanti ya?!

 

Pembicarapun tersenyum lebar.

Bapak: “Pak, maaf kalau lancang,..sapi jenis baru ini kawin  bisa 15 kali sehari  apakah dengan sapi betina yang sama ?!

 

Pembicara: “Ya..  jelas dengan sapi betina yang beda-beda toh.”

 

Bapak: “Bagimana, Bune kita beli sapi yang pertama saja ya, lebih masuk akal dan mudah dipelajari?!"

 





Inspirasi Paguntaka

 

 

"Selera humor adalah bagian penting seni kepemimpinan. Humor penting untuk bergaul dengan berbagai kalangan dan memudahkan penyelesaian pekerjaan."
--Dwight D. Eisenhower--