Thursday, July 13, 2017

Beternak Sapi Untuk Meningkatkan Penghasilan Keluarga



Di sebuah seminar Meningkatkan Perekonomian Keluarga  yang diadakan di salah satu kota besar di Jawa Tengah, mengajak para peserta yang rata – rata adalah pasangan suami istri melakukan kunjungan ke sebuah desa yang sukses mengelola peternakan sapi. Ketua rombongan sekaligus pembicara utama saat seminar menceritakan bagaimana sapi di desa tersebut memiliki kelebihan dibanding sapi di daerah lain. Karena kelebihan itulah peternakan sapi di desa ini menjadi percontohan yang sering didatangi peternak daerah lain untuk melakukan studi banding.

 

Pembicara: “Bapak Ibu jika kita pintar memilih bibit sapi, maka hasil yang kita dapatkan juga akan maksimal. Sebagai contoh sapi yang ada di kandang paling depan itu adalah sapi asli dari India. Sapi ini sungguh perkasa, sehari bisa kawin 4 kali dengan sapi betina.”

 

Ibu: “Lha .. Pak sapi yang hebat ni Pak. Bisa 4 kali sehari...”

 

Pembicara: “Sapi yang di kandang no 2 sapi asli Australia Bapak dan Ibu. Dia lebih hebat lagi sehari bisa 8 Kali. Bayangkan, berapa anak bisa dihasilkan”

 

Ibu: “Pake.. Sapi ini lebih kuat lagi!!!  8 kali... jamunya apa ya?!”

 

Si Bapak masih diam tak bereaksi sama sekali.

 

Pembicara: “Terakhir,.. di kandang no 3. Ini sapi jenis baru temuan dari para peternak sendiri; sapi campuran India, Australia dan Indonesia. Sapi ini sanggup 15 kali dalam sehari dan hanya beristirahat satu hari, pada hari minggu!”

 

Ibu: “Pake kita beli sapi yang ini saja untuk bibit di rumah. Sekalian bisa kita pelajari kelebihan dan kehebatannya nanti ya?!

 

Pembicarapun tersenyum lebar.

Bapak: “Pak, maaf kalau lancang,..sapi jenis baru ini kawin  bisa 15 kali sehari  apakah dengan sapi betina yang sama ?!

 

Pembicara: “Ya..  jelas dengan sapi betina yang beda-beda toh.”

 

Bapak: “Bagimana, Bune kita beli sapi yang pertama saja ya, lebih masuk akal dan mudah dipelajari?!"

 





Inspirasi Paguntaka

 

 

"Selera humor adalah bagian penting seni kepemimpinan. Humor penting untuk bergaul dengan berbagai kalangan dan memudahkan penyelesaian pekerjaan."
--Dwight D. Eisenhower--

Friday, July 7, 2017

Puisi Sega Ulpa; Maha Karya Cinta, Jelaga Kerinduan

Maha Karya Cinta (2)
Oleh: Sega Ulpa
kau pahat rindu di atas batu
saat laut pasang menghampiri
ombak pun mulai menderu
memutih rasa di atas laut biru


sulaman kisah bagai sayap elang
kadang menukik di atas gelombang
seolah menari di atas kebiruan
seibarat dengan rasa keharuan
biarkan anak badai itu berlalu
mengusik mimpi nan lalu
takkan urai rambutmu terselindung
meski karya cinta tak bersambung
lara yang tergambar di puncak malam
biarkan lunturnya mewarnai bulan

*****



Jelaga Kerinduan
Oleh: Sega Ulpa

kuhampiri malammu di tepian jelaga
yang berkerak pada lampiasan rindu
pandangku bercelaru ke dalamnya
hingga kesadaran menipis hiris
tak lagi kupesonakan malam
dalam rerembulan yang terpajang
mimik hati takkan bersandiwara
dan tak akan kumemuai rasa
pada celetuk kerinduan
kusinggahkan sudah hasrat
pada buaian yang tersurat
kiranya aku tak mengalah pada setia
ketahuilah keresahan telah menjeda
mendiami makna tak bercinta

03.01.2015





Inspirasi Paguntaka
"Cinta itu perang, yakni perang yang hebat dalam rohani manusia. Jika ia menang, akan didapati orang yang tulus ikhlas, luas pikiran, sabar dan tenang hati. Jika ia kalah, akan didapati orang yang putus asa, sesat, lemah hati, kecil perasaan dan bahkan kadang-kadang hilang kepercayaan pada diri sendiri."
--Buya Hamka--



Jumat Keenambelas; Masjid Darul Iman, Kampung Bugis, Tarakan

Masjid Darul Iman terletak di tengah perkampungan padat, Kampung Bugis, Kelurahan Karang Anyar. Awalnya secara tak sengaja saya menemukan masjid ini, ketika hendak ke SDN 024 Tarakan dan masuk lewat Jalan Kenanga. Kalau tidak ada papan nama dengan panah penunjuk ke arah Masjid, saya mungkin tidak akan tahu kalau bangunan berlantai dua itu adalah sebuah masjid. Halaman depan masjid yang berhadapan langsung dengan jalan adalah rumah penduduk. Kubah masjid yang sebenarnya cukup tinggipun nyaris tak kelihatan kalau kita tidak betul - betul memperhatikannya.










===========&*&===========


Sekadar Info

"Tulisan kaligrafi yang terdapat dalam ruangan Masjid Agung An-Nur atau yang dikenal dengan Taj Mahalnya Riau ini ditulis oleh seorang kaligrafer bernama Azhari Nur dari Jakarta  pada tahun 1970."


Thursday, July 6, 2017

Ramuan Herbal Anti Aging Asli Indonesia

Info Paguntaka –  Saat ini, tak hanya wanita yang ingin tampil segar, tampak lebih muda dari usia yang sebenarnya. Kaum priapun rela merogoh koceknya dalam – dalam untuk mendapatkan perawatan yang bisa memuaskan keinginnya.

Tapi yang menjadi pertanyaan sebenarnya adalah, apakah memang ada satu perawatan yang bisa membuat anda tidak menjadi tua? Saya yakin tak ada satupun ahli yang berani menjawab, ada! Karena perawatan semahal apapun, sebenarnya hanyalah memperlambat proses penuaan. Penyakit Tua tak ada obatnya sampai sekarang.

Jika anda sudah menyadari fakta ini, anda tak akan terlalu kecewa meneruskan membaca tips anti aging yang akan kita praktekkan bersama ini. Karena hasil yang anda dapatkan setelah mencobanya nanti memang hanya memperlambat proses penuaan, bukan membuat anda tidak bisa tua.

Bahan-bahan yang diperlukan cukup sederhana, dan mudah didapat.
 
Bahan:

10 Lembar Daun Sirsak

5 bijih Jahe Putih

50 ml Sari Mangga Manalagi

1 Sendok Teh Madu Tawon Klanceng

2 Sedok Makan Air Jeruk Nipis

Cara Membuat Rebus daun sirsak dengan 2 gelas air,biarkan sampai mendidih.
Setelah mendidih, tambahkan jahe putih, sari mangga, madu dan jeruk nipis.
Aduk hingga tercium aroma wangi jeruk nipis
Minuman siap disajikan

Cara Menyajikan Sajikan dalam keadaan hangat, jangan ketika masih mendidih ya?!.
Minum ramuan herbal ini ketika anda berusia 17 tahun.

Kalau sekarang minum setelah usia 17 tahun, ramuan ini tidak lagi berkhasiat.
Selamat mencoba,... semoga sukses,... maaf saya belum pernah mencobanya, tapi yakin khasiatnya. Dengan tertawa dan tersenyum, kita bisa memperlambat proses penuaan!





Inspirasi Paguntaka
 
"Dengan lelucon, kita bisa sejenak melupakan kesulitan hidup.
 Dengan humor, pikiran kita jadi sehat."
--Gus Dur--