Friday, July 7, 2017

Puisi Sega Ulpa; Maha Karya Cinta, Jelaga Kerinduan

Maha Karya Cinta (2)
Oleh: Sega Ulpa
kau pahat rindu di atas batu
saat laut pasang menghampiri
ombak pun mulai menderu
memutih rasa di atas laut biru


sulaman kisah bagai sayap elang
kadang menukik di atas gelombang
seolah menari di atas kebiruan
seibarat dengan rasa keharuan
biarkan anak badai itu berlalu
mengusik mimpi nan lalu
takkan urai rambutmu terselindung
meski karya cinta tak bersambung
lara yang tergambar di puncak malam
biarkan lunturnya mewarnai bulan

*****



Jelaga Kerinduan
Oleh: Sega Ulpa

kuhampiri malammu di tepian jelaga
yang berkerak pada lampiasan rindu
pandangku bercelaru ke dalamnya
hingga kesadaran menipis hiris
tak lagi kupesonakan malam
dalam rerembulan yang terpajang
mimik hati takkan bersandiwara
dan tak akan kumemuai rasa
pada celetuk kerinduan
kusinggahkan sudah hasrat
pada buaian yang tersurat
kiranya aku tak mengalah pada setia
ketahuilah keresahan telah menjeda
mendiami makna tak bercinta

03.01.2015





Inspirasi Paguntaka
"Cinta itu perang, yakni perang yang hebat dalam rohani manusia. Jika ia menang, akan didapati orang yang tulus ikhlas, luas pikiran, sabar dan tenang hati. Jika ia kalah, akan didapati orang yang putus asa, sesat, lemah hati, kecil perasaan dan bahkan kadang-kadang hilang kepercayaan pada diri sendiri."
--Buya Hamka--



Jumat Keenambelas; Masjid Darul Iman, Kampung Bugis, Tarakan

Masjid Darul Iman terletak di tengah perkampungan padat, Kampung Bugis, Kelurahan Karang Anyar. Awalnya secara tak sengaja saya menemukan masjid ini, ketika hendak ke SDN 024 Tarakan dan masuk lewat Jalan Kenanga. Kalau tidak ada papan nama dengan panah penunjuk ke arah Masjid, saya mungkin tidak akan tahu kalau bangunan berlantai dua itu adalah sebuah masjid. Halaman depan masjid yang berhadapan langsung dengan jalan adalah rumah penduduk. Kubah masjid yang sebenarnya cukup tinggipun nyaris tak kelihatan kalau kita tidak betul - betul memperhatikannya.










===========&*&===========


Sekadar Info

"Tulisan kaligrafi yang terdapat dalam ruangan Masjid Agung An-Nur atau yang dikenal dengan Taj Mahalnya Riau ini ditulis oleh seorang kaligrafer bernama Azhari Nur dari Jakarta  pada tahun 1970."


Thursday, July 6, 2017

Ramuan Herbal Anti Aging Asli Indonesia

Info Paguntaka –  Saat ini, tak hanya wanita yang ingin tampil segar, tampak lebih muda dari usia yang sebenarnya. Kaum priapun rela merogoh koceknya dalam – dalam untuk mendapatkan perawatan yang bisa memuaskan keinginnya.

Tapi yang menjadi pertanyaan sebenarnya adalah, apakah memang ada satu perawatan yang bisa membuat anda tidak menjadi tua? Saya yakin tak ada satupun ahli yang berani menjawab, ada! Karena perawatan semahal apapun, sebenarnya hanyalah memperlambat proses penuaan. Penyakit Tua tak ada obatnya sampai sekarang.

Jika anda sudah menyadari fakta ini, anda tak akan terlalu kecewa meneruskan membaca tips anti aging yang akan kita praktekkan bersama ini. Karena hasil yang anda dapatkan setelah mencobanya nanti memang hanya memperlambat proses penuaan, bukan membuat anda tidak bisa tua.

Bahan-bahan yang diperlukan cukup sederhana, dan mudah didapat.
 
Bahan:

10 Lembar Daun Sirsak

5 bijih Jahe Putih

50 ml Sari Mangga Manalagi

1 Sendok Teh Madu Tawon Klanceng

2 Sedok Makan Air Jeruk Nipis

Cara Membuat Rebus daun sirsak dengan 2 gelas air,biarkan sampai mendidih.
Setelah mendidih, tambahkan jahe putih, sari mangga, madu dan jeruk nipis.
Aduk hingga tercium aroma wangi jeruk nipis
Minuman siap disajikan

Cara Menyajikan Sajikan dalam keadaan hangat, jangan ketika masih mendidih ya?!.
Minum ramuan herbal ini ketika anda berusia 17 tahun.

Kalau sekarang minum setelah usia 17 tahun, ramuan ini tidak lagi berkhasiat.
Selamat mencoba,... semoga sukses,... maaf saya belum pernah mencobanya, tapi yakin khasiatnya. Dengan tertawa dan tersenyum, kita bisa memperlambat proses penuaan!





Inspirasi Paguntaka
 
"Dengan lelucon, kita bisa sejenak melupakan kesulitan hidup.
 Dengan humor, pikiran kita jadi sehat."
--Gus Dur--


Monday, July 3, 2017

Puisi Sega Ulpa; Butir Rindu & Helai Kerinduan

Butir Rindu
Puisi: Sega Ulpa 

semi berlalu juga
guguran menyela rasa
tak ada dermaga
tanpa penantian nyala
camar pun terhalau di jiwa
hanya ombak dan gemuruhnya
mendebat seonggok raga
artiku tertuang pelan
hampir separuh pekat
ada butir-butir genangan
berkedip di antaranya
warnamu warnaku
dulu berpadu
kucoba mengahampiri
bertandang di satu rindu
ah...di depan pintu
aku hanya terpaku
terpahat kata usaimu

*****


Helai Kerinduan
ku menatap titian senja
angin melamban bersahaja
tanpa camar terbang pulang
ku menyemat perasaan
pada ukiran tak bertuan
kuingin sentuhanmu
dari benang sutramu
bak mengilau keemasan
pada jelaga perasaan
bersama kita melauti malam
tanpa gelora yang dendam
seperti helai kerinduan

Tarakan, 21 Mei 2016




Inspirasi Paguntaka

"Cinta bukan mengajar kita lemah, tetapi membangkitkan kekuatan. Cinta bukan mengajar kita menghinakan diri, tetapi menghembuskan kegagahan. Cinta bukan melemahkan semangat, tetapi membangkitkan semangat." 
--Hamka--