Monday, June 5, 2017

Safari Ramadhan Walikota Tarakan di Masjid Nurul Falah



Info Paguntaka - Ramadhan adalah bulan penuh berkah.  Bulan dengan keutamaan yang sangat istimewa.  Memanfaatkan momentum Ramadhan, Wali Kota Tarakan Ir. Sofian Raga , M.Si  berusaha untuk menyapa warga Juata Permai dengan melakukan Safari Ramadhan.  Selain menjalin silaturahmi dan mempererat tali persaudaran antarsesama umat Islam, Wali Kota dalam Safari Ramadan 1437 Hijriah di Masjid Nurul Falah, di lingkungan PT Intracawood MFG  juga menyempatkan diri untuk menyampaikan beberapa informasi kepada jamaah.  






“Safari Ramadhan,  selain untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan,  ajang silaturahmi  juga sebagai sarana untuk berbagi informasi.”  Kata Walikota dalam sambutannya.

Lebih lanjut Walikota menyampaikan beberapa agenda penting Kota Tarakan yang saat ini tengah menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan event keagamaan nasional, STQ. Diharapkan warga bisa ikut serta menjadi tuan rumah yang baik sehingga saat mereka kembali ke daerah asal masing – masing akan mengingat hal – hal yang baik tentang kota Tarakan.

“Kita buat mereka datang dengan tersenyum dan pulang tetap dengan senyuman....”

Pada kesempatan ini, Walikota juga menyerahkan bantuan kepada Masjid Nurul Falah yang diterima oleh ketua Ta’mir Masjid, Ustadz Muhammad Sirot.  Acara dilanjutkan dengan tausiah yang disampaiakan oleh Ketua MUI Kalimantan Utara, K.H. Zainuddin Dalila.

Selesai sholat tarowih, Walikota dan rombongan bersalaman dengan pengurus Masjid dan Jamaah Masjid Nurul Falah. Semoga silaturahmi ini bermanfaat, membawa berkah  dan berlanjut terus, sebagaimana yang disampaikan Ketua Ta’mir dalam sambutan di awal acara ketika mengundang Pak Walikota dan rombongan untuk kembali hadir saat acara halal bihalal yang Insya Allah akan diselenggarakan pada bulan Syawal nanti. Amin Ya Robbal Alamiin....   

-------------------------**********&**********-------------------------


Sekadar Info

"Masjid Istiqlal, Masjid Negara kebanggaan bangsa Indonesia ini berdiri di atas lahan seluas 9,32 hektar, berada di Jalan Tamanwijayakusuma, Jakarta, memiliki satu bangunan utama dan bangunan pendukung. Bangunan utama memiliki tinggi 60 meter, panjang 100 meter, lebar 100 meter, dan tiang pancang sebanyak 2.316 buah. Bangunan utama ini pun terdiri dari lima lantai dan satu lantai dasar. Dinding dan lantai di seluruh bangunan Masjid Istiqlal pun dilapisi marmer. Selain itu, ada pula bagian selasar dan teras."

Friday, June 2, 2017

Jumat Ketigabelas; Masjid Al Falaq Karang Anyar Tarakan

Info Paguntaka –  Setahun lalu saya pernah sholat Jumat di sini, di Masjid Al Falaq atau Subuh. Namanya sama dengan surat ke 113. Berada di pinggir jalan Flamboyan, RT 30 Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Tarakan Barat, Kota Tarakan. Perlu diketahui, Karang Anyar termasuk wilayah padat penduduk dan jumlah RT terbanyak se Kota Tarakan, 70 RT.



Setelah mengambil air wudhu segera saya mencari tempat yang strategis. Sholat jumat pertama di bulan Ramadhan kali ini harus bisa mengikuti khotbah dengan jelas, kalau tidak bisa - bisa ngantuk saat khotib menyampaikan khotbahnya.

Khotib, Ustadz Khoirul mengingatkan jamaah dengan mengajak menghitung umur dan mempertanyakan sudah berapa Ramadhan yang kita lewati.

"Setiap kemuliaan selalu didasari oleh perjuangan...."

Kita bisa belajar dari seekor ulat.
Binatang yang tidak disukai manusia ini, karena wujud dan kebiasaanya, bahkan suatu saat ulat bisa menjadi penyakit bagi manusia.

Tapi ulat sadar, tidak selamanya manusia akan membenci dirinya. Karena itu dia berjuang agar dia bisa menjadi binatang yang disukai manusia. Dengan berpuasa menjadi kepompong,  ulat tidak makan dan minum selama 16 hari dia bisa berubah menjadi kupu - kupu. Hewan dengan warna cantik yang disukai oleh manusia.





Masjid yang semula Langgar Al Falaq merupakan wakaf dari Almarhum Bapak Jumelang ini secara resmi dibangun menjadi Masjid pada tanggal 06 Desember 2006. Saat Paguntaka melakukan Jumat Keliling Kota,   memang tak ada kaligrafi di dinding dan langit - langit Masjid Al Falah seperti sebagian besar masjid yang ada di Tarakan. Ketika ditanya, salah seorang pengurus ta'mir dengan tegas menjawab, sengaja tidak memasang kaligrafi. Sempat kaget sesaat, tapi ternyata kesengajaan itu ada alasannya.
"Ya,.. kami memang sengaja tidak memasang kaligrafi. Karena dalam waktu dekat, Masjid akan direnovasi."

Mumpung bulan puasa, yang berminat membantu renovasi, silahkan mampir sholat ke Masjid dan masukkan infaq anda di kotak amal yang sudah disediakan. Atau kalau ingin membantu dalam bentuk material, bisa langsung menghubungi ta'mir Masjid.

===========&*&===========


Sekadar Info
"Selain untuk beribadah, Masjid Agung Jawa Tengah juga ditujukan  untuk objek wisata religi. Masjid ini menyediakan fasilitas penginapan 23 kamar dengan berbagai kelas. Masjid dilengkapi dengan museum Kebudayaan islam di lantai 2 & 3, dan terdapat kafe muslim di lantai 18 yang dapat berputar 360 derajat."

Thursday, June 1, 2017

SDN 024 Tarakan Memperingati Hari Lahir Pancasila

Tidak semua sekolah melakukan upacara peringatan hari yang bersejarah ini. Hari kelahiran Pancasila yang jatuh  1 Juni  ini sebenarnya  sudah ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo melalui Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016 sebagai hari libur nasional. Meski tanggal merah karena hari libur nasional, SDN 024 tetap menjalankan Upacara Bendera. Dan satu kebetulan lagi, hari ini siswa dan guru yang beragama Islam tengah menjalankan ibadah puasa memasuki hari yang ke-6. Puasa bukan alasan untuk tidak memperingati hari bersejarah ini.





Berbeda dengan upacara rutin setiap hari Senin, semua yang petugas upacara adalah Bapak dan Ibu Guru, termasuk paduan suara yang menyanyikan lagu kebangsaan saat penaikan Bendera Merah Putih. Siswa yang hadir hanya sebagai peserta.



 --------------------------------*^*--------------------------------
Mutiara Pejuang
"Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia"

--Ir. Soekarno--

Wednesday, May 31, 2017

Pakaian Bekas Untuk Pendidikan


Komunitas OPOB


Info Paguntaka - Mungkin ada diantara paguntaker yang belum kenal dengan komunitas OPOB. Bahkan singkatan dari OPOB pun ada yang belum tahu. Tapi saya yakin penggiat sastra, penggiat buku, penggiat pendidikan di Bumi Paguntaka ini sudah pernah mendengar komunitas yang cukup aktif ini.

Secara tak sengaja Info Paguntaka berkenalan dengan salah satu personil dari komunitas yang cukup sering berbagi info seputar kegiatannya di media sosial, Sarinah. Dari beberapa kegiatan positif yang menginspirasi yang dishare itulah akhirnya terjalin komunikasi, hingga akhirnya Info Paguntaka mendapatkan ijin untuk mempublikasikan satu kegiatan yang sangat menarik; Pakaian Bekas Untuk Pendidikan Kaltara!

Silahkan simak penuturan Sarinah....



Dua tahun lalu sejak berdiri Komunitas Opob sering terpikir bagaimana bisa mendapatkan dana (selain dari proposal yang terkenal lama/mustahil cairnya) untuk membeli alat-alat tulis, buku cerita dan persiapan kegiatan komunitas yang tersalurkan manfaatnya untuk orang banyak.
Sampailah terpikirkan dimana banyak pakaian bekas sendiri dikamar yang tidak terpakai. Pakaian kekecilan, kaos pendek tak terpakai karna berhijab, celana jeans yang ketat, jilbab-jilbab yang sdh jarang dipakai.

Terpikir untuk mengumpulkan itu semua dan dijual.
Setelah menceritakan ide ini kepada teman-teman di komunitas, ternyata mereka sangat setuju dan melakukan aksi yang sama. Sampai akhirnya, kami melakukan broadcast ke publik, bagi siapa saja yang punya pakaian bekas tak terpakai bisa disumbangkan ke komunitas Opob dan akan digunakan untuk dijual kembali.
Tidak disangka, antusias dan jiwa sosial dari masyarakat sekitar sangat tinggi.
Pada minggu pertama terkumpul 8 dus pakaian bekas.

Menjual pakaian bekas juga membuat kami membantu para keluarga yang tinggal di daerah pesisir khusus pangsa pasar ke bawah. Kami menjual kembali dengan harga yang sangat miring dan murah, hanya dengan harga 5. 000 - 15.000.

Hasil penjualan selalu kami akumulasikan setiap selesai berjualan, lalu langsung di belanjakan alat tulis. Sisanya kami gunakan membayar bensin (bensin mobil yang kami pinjam untuk jualan)
Sampai saat ini sudah 4 desa dan hampir 10 sekolah di Tarakan yang kami kunjungi.
Hasil penjualan pakaian bekas sangatlah membawa manfaat besar bagi kegiatan edukasi yang kami laksanakan.
Berkah pakaian bekas😆
Terimakasih untuk semua saudara (mahasiswa, ibu rumah tangga, pegawai kerja, adik-adik sekolah dan lain - lain) yang sudah menyumbangkan pakaian bekas.
Kami sudah jarang melakukan open donasi pakaian bekas lagi, dikarenakan 4 bulan ini pakaian bekas masih 5 karung goni besar belum laku terjual dan masih kami keliling untuk berjualan.
Tapi kadang-kadang, setiap hari ada saja orang baik yang menghubungi pengurus kami untuk mengantarkan pakaian bekas untuk disumbangkan. Hampir setiap hari ada. Alhamdilillah.

Terimakasih untuk semua kebaikan.
Dari 1 pakaian bekas sangat sangat bermanfaat bagi pendidikan di Kaltara.
Menciptakan senyum-senyum anak negeri melalui pakaian bekas.
Terimakasih.
-Semoga kita semua diberi kesehatan oleh Allah untuk terus berusaha berbuat baik, Amin-
 

Friday, May 26, 2017

Jumat Keduabelas; Masjid Surau Gadang Pasir Putih Tarakan

Info Paguntaka –  Dulu saat pertama kali melihat nama masjid Surau Gadang saya langsung teringat dengan cerpen Robohnya Surau Kami karya A.A. Navis, sastrawan Indonesia yang berasal dari Padang Sumatera Barat. Kemudian muncul pertanyaan, adakah kaitannya Masjid Surau Gadan dengan cerpen fenomenal tersebut? Beberapa kali mampir untuk sholat di Masjid tersebut, pertanyaan saya belum terjawab.




Masjid Surau Gadang berada di Jl. Bhayangkara RT 64 Pasir Putih, Kelurahan Karang Anyar, Tarakan, Kaltara. Lokasinya strategis, berada di pinggir jalan besar, dekat dengan kompleks Markas Brimob. Masjid yang bangunan semula dari kayu ini sudah direnovasi ini memiliki dua lantai; lantai satu untuk tempat wudhu, kamar kecil dan ruang kegiatan TPA  Luas Masjid, 20 x 25 M, sanggup menampung 200 orang jamaah sekaligus.






Jamaah sudah hampir penuh, saya tidak bisa masuk kedalam ruang utama masjid. Alhamdulillah saya masih kebagian tempat di dekat pintu masuk dari samping, sehingga cukup bagus untuk mengambil foto Khotib yang sudah naik di atas mimbar.

Khotib, Ustad Marji mengawali khotbah dengan salam, ucapan syukur, sholawat dan berwasiat untuk senantiasa meningkatkan iman dan taqwa. Selanjutnya khotib mengutip; QS. Al Baqarah: 183
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa”

"Ayat diatas adalah gambaran bahwa wajibnya puasa adalah orang mukmin sekaligus bertaqwa. Orang bertaqwa memiliki ciri - ciri: Selalu menjalankan yang diperintahkan oleh Allah, meskipun menanggung beban yang sangat berat. Puasa adalah ujian yang berat, karena kita harus menahan dahaga, lapar dalam waktu yang telah ditentukan selama satu bulan penuh."

Dalam satu hadist Nabi Muhammad SAW bersabda;

"Barangsiapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala (ridha Allah), maka diampuni dosa-dosanya yang terdahulu".  (HR. Bukhari).

Dalam hadits lain disebutkan:

“Barangsiapa yang bergembira datangnya bulan Ramadhan, diharamkan Allah jasadnya menyentuh api neraka”. (An-Nasa’i).

Alhamdulillah, bisa mengikuti sholat Jumat hingga usai, bisa bersilaturahmi dengan seorang teman lama, Cak Narto... yang ternyata adalah jamaah Masjid Surau Gadang, bisa silaturahmi dengan ta'mir Masjid Pak Kuswanto yang ramah menyambut Info Paguntaka, bisa bersilaturahmi dengan pembaca semua. Semoga Allah memberikan rizki yang berlmpah dan umur panjang yang barokah pada kita semua,.. Amin.
===========&*&===========


Sekadar Info
"Masjid Agung Jawa Tengah memiliki kubah yang berdiameter 20 m, dan 4 menara  dengan tinggi 62 meter dan salah satunya terpisah yaitu Menara Asmaul Husna (Asmaul Husna Tower) yang memiliki tinggi 99 meter."


Friday, May 19, 2017

Jumat Kesebelas; Masjid Baiturrahim Gunung Lingkas Tarakan

Info Paguntaka – Satu - satunya masjid yang berada di pinggir jalan, sepanjang Kusuma Bangsa adalah Masjid Jami' Baiturrahim. Sangat mudah ditemukan, samping kiri, disebelah selatan bersebelahan dengan Kantor Kelurahan Gunung Lingkas, dan di sebelah utara Kantor PT Pelni.











===========&*&===========


Sekadar Info



"Berbeda dengan Masjid lain, Masjid Nurul Yaqin memiliki sangat banyak pintu sehingga dijuluki Masjid 1000 Pintu. Masjid Nurul Yakin berada  di Kelurahan Periuk Jaya, Tanggerang, Banten."

Saturday, May 13, 2017

Honda Beat Warna Hijau Tahun 2008

Anda sedang mencari motor murah?
Mungkin Honda Beat warna hijau keluaran tahun 2008 ini bisa menjadi pilihan.
Kondisi motor masih cukup bagus dengan surat lengkap, dan pajak sudah terbayar anda tak perlu merogoh kocek terlalu dalam. Dengan harga 3,5 juta anda bisa membawa pulang motor second yang cantik ini.

Perlu anda ketahui, Honda Beat tercatat sebagai skutik terlaris di Indonesia dan telah dipilih oleh berjuta konsumen sejak hadir pertama kali pada tahun 2008. Produk yang dikembangkan dengan memperhatikan ukuran, gaya dan fitur cukup menarik minat konsumen. Ukuran yang ramping, bentuk yang meruncing dan performa yang unggul membuat Honda Beat ini cocok untuk pemakaian sehari hari. Motor ini didesain ulang dengan kesan agresif dan modern. Penggunaan velg dengan desain baru juga membuat tampilannya lebih tajam.









Jika anda berminat, silahkan hubungi kami Budi Motor: 085247622866 / 085753067333 atau anda bisa datang langsung ke show room kami.



“Kesuksesan sejati adalah ketika kita membuat orang lain bahagia.”
 --- Helvy Tiana Rosa ---