Info Paguntaka – Kita memang sering mengabaikan hal – hal kecil, karena kita anggap sepele. Maaf, bukan kita ya, yang sering abai seperti itu adalah saya. Masjid Darul Istiqomah ini sering saya lewati, karena memang setiap hari rute kerja saya setelah jalan Mulawarman adalah belok ke Jalan Jenderal Sudirman. Tapi, Masjid dengan gapura dipasang di pinggir jalan dan terpampang namanya dengan jelas, benar – benar tidak masuk dalam memori saya. Yang ada dalam ingatan saya hanya Masjid Kampung Bugis! Padahal Kampung Bugis itu luas dan punya tentunya ada banyak Masjid. Astaghfirullahhaladziim...
Masjid Darul Istiqomah termasuk strategis, berada di pinggir jalan utama
Kota Tarakan, jalur padat kendaraan, berhadapan dengan Lopecoffee, Bank Danamon
dan pertokoan di sepanjang jalan. Karena itu tak heran jamaah sholat Jumat
penuh hingga di beranda depan dan samping masjid dan tentu tidak hanya warga
dari sekitar wilayah itu saja. Karyawan toko,
pegawai kantor dan warga Tarakan yang
kebetulan lewat saat masuk sholat Jumat menjadi jamaah tetap sholat Jumat. Meski
tempat parkir tak mencukupi, anda tak perlu khawatir. Anda bisa memarkir
kendaraan di pinggir jalan sekitar Masjid dengan nyaman, bahkan ada beberapa
kendaraan yang diparkir di depan Cafe dan Toko.
Setelah mengambil air wudhu, saya segera
masuk dari pintu utama yang berada di samping, karena pintu samping
inilah yang berhadapan dengan Jalan. Saya baca papan pengumuman petugas Jumat
hari ini, Khotib,
Ustadz Andi Abdan
Hafith, S.Kom. Wah, keren nih Khotibnya Sarjana Komputer,...kayanya agak jarang
khotib yang pakar ilmu komputer di Tarakan.
Sengaja saya memilih tempat barisan belakang, biar enak kalo ambil foto saat
khotbah. Dan khotib memulai khotbahnya...
Ralat,.. ternyata Ustadz Andi Abdan
Hafith, tidak bisa mengisi khotbah dan digantikan oleh Ustadz SAIFULLAH, S.Pd.I. Info masuk satu minggu setelah publikasi.
Diawali dengan ajakan untuk meningkatkan Iman dan Taqwa kemudian masuk ke
tema utama.
Syukur dan Persiapan
Menyambut Ramadhan. Syukur memang gampang diucapkan, tapi apa aplikasi syukur
kita pada Allah? Untuk bisa bersyukur dengan baik, kita kembali pada tujuan
diciptakannya manusia oleh Allah SWT.
Sebagaimana firmannya;
“Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan
manusia, melainkan supaya mereka menyembah-Ku”. (QS. Adz Dzariyat: 56).
Dalam persiapan menyambut ramadhan yang sudah tinggal sebulan lagi,
Ustadz Andi Abdan Hafith mengingatkan jamaah
untuk mengokohkan iman. Karena dengan iman kuat, kita bisa menjalankan perintah
Allah dan menjauhi laranganNya.
Sebelum menutup khotbah tanpa teksnya, Khotib menyampaikan juga permasalahan yang ada
di Kota Tarakan ini tentang banyaknya masjid megah tapi sedikit jamaah saat
selain sholat jumat.
Masjid Darul Istiqomah termasuk masjid tua yang ada di Kota Tarakan.
Didirikan tahun 1970 dari sebuah langgar atau mushola yang didirikan di atas
tanah bantuan dari pemerintah. Masjid seluas 25 m x 25 m ini tampak sederhana.
Dengan langit – langit yang tak terlalu tinggi tertulis kaligrafi indah,...
Astaghfirullah,.. Kaligrafi singkat di langit – langit utama masjid ini tak
bisa aku baca dan saya lupa juga tidak bertanya dengan Pak Irawan dan Pak
Husein.
Ternyata saya hanya bisa membaca kalimat yang tertulis di dinding depan diatas mihrab. Kayanya saya memang harus berkunjung
ke rumah beliau ni, tuk bersilaturahmi dan bertanya tentang kaligrafi di langit
– langit Masjid Darul Istiqomah ini.
Qs.al-Hasyr: 19
"Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada mereka sendiri. mereka Itulah orang-orang yang fasik".
===========&*&===========
Sekadar Info
Payung raksasa Masjid Nabawi - Di pelataran Masjid Nabawi ada puluhan payung raksasa yang
otomatis terbuka sebelum adzan subuh dan tertutup menjelang magrib.
Payung-payung itu ditempatkan pada 2010 sebagai proyek Medina Haram. Proyek tersebut melibatkan berbagai pihak termasuk arsitek
SL-Rasch, Menteri Perekonomian Arab Saudi, pabrik payung Jerman yaitu Liebherr
serta perusahaan Jepang bernama Taiyo Kogyo.